Business Analyst atau UX Researcher? Apa sih bedanya? Terus lebih penting peran siapa donk jadinya?
kalau bicara soal industri per-start up-an atau industri digital saat ini pasti udah ngga asing sama role bisnis analis atau biasa dikenal dengan Business Analyst dan User Experience Researcher. keliatan keren ya dua-duanya soalnya pake bahasa inggris wkwkwk
Penulis atau selanjutnya sebut saja saya adalah seorang Business Analyst, namun belum bisa disebut expert juga sih dibidang ini. Namun saya terhitung baru dalam pekerjaan atau project yang bekerjasama langsung dengan UX Researcher. Pikiran pertama kali kalo denger kata UX pasti soal desain karena banyak yg familiar dengan kata UI/UX Designer kan, nah saya pun begitu. lebih ke desain mockup aplikasi kali yaa. padahal jelas-jelas UXR tuh beda sama UI yaa meskipun mereka kerjanya satu paket. Etapi setelah kerja bareng UX eh ternyata lebih mirip sama BA looo si UX ini, seriusss .. wkwkkw
Persamaan BA dan UX nii seperti ini nii :
- Sama-sama melakukan kegiatan riset dan analisis terkait produk. BA dan UX punya tujuan sama yaitu gimana produk yang mereka buat ini bisa diterima dipasaran, laku laris manis, dan terus digunakan oleh user sehingga bisa sustain dan produk bisa terus mengalami pengembangan
- sama-sama melakukan product strategic
Sebenernya persamaan mereka kalo liat goalnya dengan cara untuk mencapai goal tersebut hampir samar yaa bedanya BA dan UX karena sama-sama nyusun strategi biar produk oke dengan lakuin riset dan analisis untuk nyusun strateginya kek gimana kan yaa
Nah sebenernya BA dan UX ini ada bedanya kok, dari nama masing-masing role udah keliatan siih yang satu berbasis bisnis yang satu berbasis user/pengguna. simak dulu deh nanti koreksi ajayaa kalo kurang atau salah hehe
Nah kalo ditanya. Jadi manasih yang lebih penting? BA atau UX?
kedunya pasti sama-sama pentingnya. tidak ada sebuah peran yang tidak penting, kalo dia ngga penting yaa kenapa ada peran ini. yoigak? setuju gak? kalo ada berarti ada yang butuh dengan role ini, kalo ada yang butuh artinya role ini penting
Get Rofiqoh Nadiah’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Nah karena goals kedua role ini kan sama-sama berbasis strategi product, akan sangat mantaab jika kedua role ini berkolaborasi. karena BA berangkat dari bisnis maka BA melakukan riset dan analisis dari segi bisnisnya. gimana strategi product agar berkembang melalui stakeholder yang berkaitan, melakukan analisis agar produk memiliki competitive advantage daripada produk lain sehingga product memiliki nilai unggul/kelebihan daripada product lain, atau menganalisis layanan-layanan apa yang bisa diberikan agar user merasa product kita tau banget ni sama kebutuhan user. Nah ini inline sama kerjaan UX dimana si anak UX ini lakuin riset dan analisis juga terkait “kebutuhan user” ini nyamannya pakai product kita kek mana
contoh jika product kita adalah product e-commerce maka BA ngasih saran fitur-fitur dan layanan apa aja yang disajikan di e-commerce dan UX melakukan riset dan analisis apa ajasih fitur yang emang dibutuhin banget ni sama user dan kalau udah tau kebutuhannya, UX cari sisi nyamannya user make fitur atau layanan diproduct kita tadi. Jadi ketika user buka aplikasi e-commerce atau produk kita, UX tau ni oh pengguna tu males lo kalo saldo di e-wallet ditaruh setelah klik profil kalau mau belanja jadi gatau saldo e-walletnya tinggal berapa, lebih enak taruh dimuka atau tampilan awal. atau mungkin riset terkait sistem paylater, oh ternyata sistem paylater itu mending dihapus ajadeh karena user udah ngga butuh, karena waktu gagal bayar jatuh tempo bunganya gede dari si peminjam jadi user banyak yang ngga mau make e-commerce kita lagi karena trauma belanja membawa bencana bagi mereka (misal ajaya hehe)
intinya mau BA atau UX kenapa ngga kolaborasi aja yakan. Soalnya klien ngga bayar BA atau UX tapi mereka bayar gimana mereka bisa dapet produk yang mereka buat jadi bagus, produk yang diterima oleh user dan pastinya banyak user yang make, serta produk bisa berkembang dengan strategi yang disarankan agar semakin gede lagi.
Untuk Metode Riset yang dilakukan oleh Business Analyst dan UX Researcher rata-rata hampir sama seperti in depth interview, focus grup discussion, A/B Sorting, Card sorting, Study Case, Literature Research, dll.
Namun perlu diingat bahwa Business Analyst ini berfokus pada Bisnis sehingga saat analisis perlu dilakukan analisis dengan metode atau framework yang sudah ada seperti SWOT Analysis, MOST Analysis, IT BSC, Business Model Analysis, dan framework atau metode analisis lainnya. Nah kalo UX Researcher kan berfokus pada pengguna sehingga ketika UX Researcher menggunakan salah satu atau beberapa metode untuk melakukan riset dan mendapatkan hasilnya langsung dilakukan analysis untuk penyesuaian kebutuhan atau bahan pengembangan product terkait pengalaman pengguna menggunakan product kita. Nggak perlu ada framework aneh-aneh karena emang basisnya PENGGUNA ADALAH RAJA KENYAMANAN PENGGUNA ADALAH SEGALANYA BAGI UX DEMI KEBERLANGSUNGAN PRODUCT KEDEPANNYA.
kalau ada masukan, ilmu, atau pengalaman yang bisa dishare terkait BA atau UXR bisa kali loo email ke saya. kalo cowo kan sapa tau jodoh begitu yaa hehe (usaha dulu aja pokoknya) wkwkkw.. kurleb gitusi pengalaman yang saya dapet, semoga bermanfaat dan terimakasih sudah mau membaca tulisan yang jatuhnya aga gimana gitu gasih hehe :)
Referensi :
https://blog.kazee.id/2020/09/30/metode-penelitian-yang-digunakan-oleh-ux-researcher/







